Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2016

Ketentuan dan Standar Penulisan Proposal, Tesis, Disertasi

Standar Penulisan Karya Ilmiah – Dalam menyusun karya ilmiah seperti tesis, disertasi dan skripsi ternyata masih banyak kakak dan adik-adik mahasiswa kita mengalami kesulitan. Sehingga sering kali hasil karya ilmiah mereka mengalami perubahan revisi yang lebih dari 2 sampai 3 kali, dan ini tentunya menjadi penghambat bagi mereka untuk wisuda. Berangkat dari hal tersebut, duniabaca.com akan memberikan pedoman penulisan karya ilmiah. Pedoman ini berdasarkan Ketentuan standar penulisan proposal, skirpsi, tesis dan disertasi.


Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan karya ilmiah diantaranya:
1. Bahasa
2. Format
3. Abstrak
4. Volume
5. Halaman
6. Footnote






BAHASA KARYA ILMIAH
1. Proposal, tesis atau disertasi ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, atau Arab yang standar dan benar.
2. Penulisan proposal, tesis atau disertasi dalam bahasa Arab atau Inggris harus mendapat rekomendasi dari Asisten Direktur Bidang Akademik (Asdir. AKA) dan persetujuan dari Direktur Program Pascasarjana.
3. Istilah asing yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia dicetak miring (italk) disertai penjelasan seperlunya.




PENULISAN FORMAT KARYA ILMIAH
Format Proposal
Proposal tesis atau disertasi harus terdiri dari:
1. Latar Belakang Masalah.
Bagian ini mengungkapkan sejarah, atau latar belakang dan segala seluk-beluk persoalan yang berkaitan dengan masalah, baik teoritis maupun gejala empiris yang menjelaskan mengapa masalah itu perlu diteliti;


2. Identifikasi dan Batasan Masalah.
Bagian ini merupakan penjelasan tentang kemungkinan-kemungkinan cakupan yang dapat muncul dalam penelitian dengan melakukan identifikasi dan inventarisasi sebanyak-banyaknya kemungkinan yang dapat diduga sebagai masalah. Kemudian dilakukan pembatasan ruang lingkup permasalahan dalam rangka menetapkan batas-batas masalah secara jelas, sehingga mana saja yang masuk dan mana yang tidak masuk dalam masalah yang akan didekati dan dibahas;


3. Rumusan Masalah.
Berisi pernyataan secara eksplisit pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian yang akan dilaksanakan. Hal ini dilakukan bila batasan masalah belum dapat mencakupnya;


4. Tujuan Penelitian.
Tujuan ditekankan pada pengungkapan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilaksanakan dan dirujukkan kepada masalah yang telah dibatasi dan/atau dirumuskan;


5. Kegunaan Penelitian.
Penjelasan mengenai nilai dan manfaat penelitian, baik dari sisi keilmuan-akademik, maupun dari sisi praktis dan/atau pragmatis;


6. Kerangka Teoritik.
Penjelasan teoritis sebagai basis atau komparasi analisis dalam melakukan penelitian. Bahasan ditekankan pada penjabaran disiplin keilmuan tertentu sesuai dengan bidang penelitian yang akan dilakukan dan sedapat mungkin mencakup seluruh perkembangan teori keilmuan tersebut sampai perkembangan terbaru, yang diungkap secara akumulatif dan didekati secara analitis;


7. Penelitian Terdahulu.
Bahasan ditekankan pada penulusuran karya-karya dan penelitian dengan tema yang sama atau mirip pada masa-masa sebelumnya hingga saat penulisan proposal. Berdasarkan penjabaran tersebut, posisi penelitian yang akan dilakukan harus dijelaskan;


8. Metode Penelitian.
Penjelasan metode yang akan digunakan dalam melakukan penelitian. Bahasan ditekankan pada metode yang sesuai dan benar-benar akan digunakan dalam penelitian/ pembahasan;


9. Sistematika Bahasan.


Pengungkapan alur bahasan sehingga dapat diketahui logika penyusunan dan koherensi antara satu bagian dan bagian yang lain. Karena itu lebih ditekankan pada “mengapa” ditulis dan bukan “apa” yang ditulis;


10. Out line Penelitian.


Rencana penelitian harus dilengkapi dengan out line penelitain secara garis besar, sehingga dapat dijadikan kerangka acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya.


11. Daftar Kepustakaan Sementara.
Bahan-bahan yang sampai penulisan proposal direncanakan akan dijadikan rujukan untuk penelitian dan penulisan perlu disebutkan dalam proposal. Melalui bimbingan, kuliah MKPD (jika diperlukan), dan lainnya tidak menutup kemungkinan ada tambahan sumber kepustakaan, atau boleh jadi pengurangan sumber yang telah tercantum.


Format Tesis dan Disertasi


1. Tesis atau disertasi terdiri dari bagian depan, bagian substansi dan bagian belakang.
2. Bagian depan tesis atau disertasi terdiri dari sampul depan, sampul dalam, pernyataan keaslian, persetujuan pembimbing atau promotor, persetujuan tim penguji, pedoman transliterasi, motto (jika dianggap perlu), abstrak, ucapan terima kasih, daftar isi, dan daftar tabel atau gambar (jika ada).
3. Bagian substansi terdiri dari pendahuluan (yang pada prinsipnya sama dengan format proposal no. 1-9), pokok bahasan (sesuai jenis penelitian) dan penutup (kesimpulan, implikasi teoritik, keterbatasan studi, dan saran (rekomendasi)
4. Bagian belakang terdiri dari glossarj (jika ada), daftar kepustakaan, lampiran (jika ada) dan daftar riwayat hidup penulis.


PENULISAN ABSTRAK TESIS DAN DISERTASI
1. Abstrak tesis ditulis dalam bahasa Indonesia (dianjurkan juga dalam bahasa Arab dan Inggris) berisi judul tesis, nama penulis, kata kunci, dan persoalan yang menjadi fokus penelitian, pendekatan/metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Abstrak tesis tidak boleh lebih dari 250 kata, dalam satu halaman dengan satu spasi (untuk abstrak bahasa Indonesia dan Inggris, sedang untuk bahasa Arab menyesuaikan).
2. Abstrak disertasi harus ditulis dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, berisi judul disertasi, nama penulis, kata kunci, dan fokus penelitian, pendekatan/metode, dan hasil penelitian. Abstrak disertasi tidak boleh lebih dari 250 kata, dalam satu halaman dengan satu spasi (untuk abstrak bahasa Indonesia dan Inggris, sedang untuk bahasa Arab menyesuaikan).


VOLUME PROPOSAL, TESIS DAN DISERTASI
1. Volume/ketebalan proposal tesis sekurang-kurangnya 15 halaman dan paling banyak 20 halaman. Sedangkan untuk proposal disertasi sekurang-kurangnya 25 halaman, dan paling banyak 30 halaman.
2. Volume/ketebalan substansi tesis sekurang-kurangnya 80 halaman kertas HVS kwarto (21,5 x 29,7cm) 80 gram, warna putih, dan paling banyak 160 halaman spasi ganda dengan font Times New Roman 12.
3. Volume/ketebalan substansi disertasi sekurang-kurangnya 160 halaman kertas HVS kwarto (21,5 x 29,7cm) 80 gram, warna putih, dan paling banyak 320 halaman spasi ganda dengan font Times New Arabic 12. sedangkan untuk bahasa Arab font Arabic Transparent 16.


PENULISAN NOMOR HALAMAN KARYA ILMIAH
1. Halaman bagian depan tesis atau disertasi menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii, iv, dst.)
2. Penghitungan dimulai dari halaman sampul dalam tetapi tidak diberi nomor.
3. Halaman bab pendahuluan dan seterusnya diberi nomor dengan angka Arab (1, 2, 3, dst).
4. Pada halaman judul bab, nomor halaman tidak dicantumkan tetapi tetap dihitung.
5. Nomor halaman ditulis di bagian kanan atas (1,5 cm dari teks).
6. Pola penomoran; nomor bab dengan angka Romawi, sub bab dengan huruf besar, anak sub bab dengan angka Arab, bagian anak sub bab dengan huruf kecil. Untuk bagian selanjutnya dengan angka Arab yang diikuti tutup kurung, berikutnya dengan huruf kecil yang diikuti kurung tutup.


PENULISAN FOOTNOTE KARYA ILMIAH
1. Penulisan catatan kaki yang merujuk kepada buku dimulai dengan nama pengarang, tanpa dibalikdan tanpa gelar, diikuti koma, judul buku yang ditulis miringatau digarisbawahi, kurung buka, tempat penerbit, titik dua, nama penerbit, kom, tahun penerbit, kurung tutup, koma, nomor halaman, dan diakhiri dengan titik.
2. Jika buku tersebut dikutip lagi tanpa diselingi dengan kutipan lain, maka ditulis; Ibid, titik, koma, nomor halaman pengutipan, dan titik.
3. Jika mengutip kepada duapenulis yang sama secara berurutan dalam catatan kaki, tapi berbeda karya, maka ditulis utuh dengan ketentuan seperti pengutipan pertama kali.
4. Untuk sumber yang berasal dari surat kabar dan sejenisnya, penulisan catatan kaki adalah nama penulis, koma, judul artikel yang diletakkan dalam tanda petik, koma, halaman, dan titik.
5. Catatan kaki yang merujuk kepada al-Qur’an, caranya adalah penuliasn kata “al-Qur’an dengan huruf yang tegak, tidak miring, dan tidak digarisbawahi, koma, nomor surat, kurung buka, nama surat, kurung tutup, titik dua, nomor ayat, dan titik.
6. Nomor catatan kaki, pada setiap bab dinomori dari awal.

Minggu, 20 Desember 2015

Strategi Menyusun Komunikasi Pemasaran yang Efektif

Komunikasi sangat diperlukan di setiap lini kehidupan manusia, termasuk dalam berbisnis. Anda bisa meggunakan komunikasi untuk menjalin hubungan baik antara penjual dan pembeli. Komunikasi yang baik akan menghasilkan kualitas kegiatan bisnis yang baik pula. Demikian juga dengan komunikasi pemasaran untuk meningkatkan penjualan suatu produk dalam usaha anda.


Komunikasi pemasaran dipelajari untuk membangun komunikasi antara penjual kepada pembeli agar mereka mau membeli produk yang anda pasarkan. Kemampuan ini sangat diperlukan oleh para marketing untuk menarik konsumen dengan baik. Meski banyak keuntungan, tidak semua lini bisnis menguasai komunikasi pemasaran, anda akan mendapatkan keuntungan lebih jika mau belajar komunikasi pemasaran.


Sebagai sarana untuk menawarkan suatu barang kepada calon konsumen, komunikasi pemasaran juga dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang akan dijual. Bahkan bisa menjadi sarana bertukar pendapat dan memberikan kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan produk tersebut.


Jika anda ingin meningkatkan penjualan melalui komunikasi pemasaran, sebaiknya ikuti strategi pemasaran berikut ini :



Lakukan interaksi secara intens dengan calon pembeli


Komunikasi pemasaran akan menghubungkan anda dengan pembeli atau calon pembeli. Jika anda ingin produk anda cepat laku maka berkomunikasilah secara intens dengan pembeli. Bisa dilakukan secara rutin jika pembeli anda sudah berlangganan, atau melakukan komunikasi di berbagai awal waktu untuk mendapatkan perhatian calon pembeli.


Gunakan 3 sarana menggapai konsumen


Melakukan strategi pemasaran terdapat 3 sarana yang sering digunakan untuk mendapatkan konsumen. Tiga sarana tersebut diantaranya adalah :




  • Face to Face


Jenis ini merupakan komunikasi langsung antara penjual dan pembeli. Keduanya bertemu langsung dan  menjalin komunikasi, memperkenalkan produk dan menawarkan kepada calon konsumen. Komunikasi jenis ini kurang diminati karena memiliki kendala waktu dan biaya yang tidak sedikit.




  • Media cetak


Melalui media cetak anda akan mempermudah melakukan komunikasi pemasaran produk.  Anda bisa memanfaatkan brosur, surat kabar, koran, majalah, spanduk dan stiker sebagai sarana promosi komunikasi pemasaran konsumen kepada anda. Cara ini membutuhkan modal untuk menggunakan media cetak. Dikenal pula dengan istilah periklanan.




  • Internet


Saat ini internet menjadi salah satu sarana komunikasi pemasaran yang sangat besar. Para pembisnis lebih memilih cara ini, karena informasi yang diberikan bisa setiap saat 24 jam dan harganya yang relatif murah. Bahkan melalui internet interaksi penjual dan pembeli bisa dilakukan dengan lebih cepat dan jarak jauh dengan harga terjangkau.



Fokus pada fungsi komunikasi pemasaran


Agar komunikasi pemasaran anda terlaksana dengan baik, fokuslah pada fungsi dari komunikasi pemasaran itu sendiri. Berbagai fungsi dari komunikasi pemasaran diantaranya adalah:




  • Menginformasikan kepada konsumen tentang suatu produk yang di jual seperti bagaimana, apa dan mengapa mereka harus membeli produk tersebut.

  • Memperkenalkan citra perusahaan atau nama perusahaan pada konsumen

  • Meningkatkan penjualan produk dengan cepat dan tepat


Menentukan Tujuan Komunikasi


Tentukan tujuan komunikasi pemasaran, karena hal ini sangat diperlukan agar komunikasi pemasaran dapat berlangsung dengan baik dan bisa diterima oleh konsumen. Berdasarkan model hirarki pengaruh, Rossiter dan Percy mengindentifikasi empat kemungkinan tujuan komunikasi pemasaran diantaranya adalah :




  • Kebutuhan kategori, Penentuan produk atau jasa untuk mengalihkan atau memuaskan perbedaan anggapan antara motivasi onal dan keadaan emosional yang diharapkan.

  • Keadaan merek, yaitu kemampuan mengidentifikasi merek dengan kategori yang rinci agar melakukan pembelian.

  • Sikap merek, dapat mengevaluasi merek dengan memperhatikan anggapan terhadap kebutuhan saat ini. Kebutuhan merek relevan bisa berorientasi negatif atau berorientasi positif (gratifikasi indra, stimulasi intelektual, atau persetujuan social).

  • Maksud pembelian merek, yaitu intruksi mandiri untuk membeli merk atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian. Bisa dalam bentuk tawaran kupon atau penawaran dua atau satu dorongan konsumen melakukan komitmen mental mengambil produk.

Strategi Menyusun Bisnis Plan untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Bisnis plan merupakan hal yang sangat penting direncanakan sejak awal serta disusun untuk mencapai tujuan utama perusahaan.

Bisnis plan merupakan pernyataan formal dan tertulis mengenai Perencaaan Bisnis, Strategi Bisnis, tujuan-tujuan dari sebuah bisnis dan bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut semuanya dirangkum menjadi sebuah Proposal Bisnis Plan.



Fungsi dan Tujuan Utama Bisnis Plan 



  1. Sebagai Barometer untuk mengindentifikasi seluruh kebutuhan dan rencana anggaran perusahaan.

  2. Merencanakan tujuan utama perusahaan yang akan dicapai baik jangka pendek maupun jangka panjang.

  3. Perencanaan Metode dan Strategi yang ditempuh perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan produktifitas.

  4. Sebagai alat pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha.

  5. Memberikan gambaran umum kepada investor tentang kondisi perusahaan saat ini dan periode yang akan datang berdasarkan data aktual sehingga memberikan keyakinan kepada mereka tentang seberapa besar tingkat keuntungan dan nilai resiko terhadap investasi.


Hal-Hal Umum yang Perlu diperhatikan dalam membuat Bisnis Plan



  1. Jangan menggunakan istilah-istilah yang kurang dimengerti oleh pihak internal perusahaan maupun kepada calon investor.

  2. Jelaskan sesuatu rencana kerja dengan point-point yang diuraikan dengan terperinci.

  3. Gunakan grafik untuk menjelaskan aspek-aspek finansial atau data pendukung lainnya.

  4. Hindari penggunaan font yang terlampau kecil sehingga sulit untuk dibaca, gunakan font standar minimal 12 piksel.


Apa saja yang tertuang dan disusun dalam Bisnis Plan?


Komponen data utama yang biasanya disusun dalam penyajian bisnis plan adalah sebagai berikut:



1. Ringkasan Eksekutif;


Halaman yang menjelaskan tentang rencana usaha dan mengenai sesuatu apa yang Anda inginkan dari rencana tersebut, termasuk sasaran usaha, aspek operasional, aspek pemasaran dan rencana investasi. Pastikan bagian ini ditulis dan dirangkum dengan ringkas dan informatif.



2. Deskripsi Usaha ;


Informasi mengenai kegiatan usaha yang sedang dijalankan berikut prospek usaha untuk masa yang akan datang, berikut data-data para pesaing di dalam industri sejenis. Disini Anda dapat menjelaskan apa kekuatan dan kelemahan lini usaha yang Anda kerjakan saat ini.



3. Strategi pasar ;


Informasi mengenai strategi pemasaran yang akan akan Anda gunakan dan menjadi andalan utama Anda untuk meraih pangsa pasar dan prosentase progress pencapaian target market yang sedang diraih saat ini.



4. Analisa Kompetitif ;


Memberikan informasi mengenai kekuatan dan kelemahan pesaing Anda yang ada di pasar saat ini. Jelaskan strategi apa yang akan Anda gunakan untuk menghadapi pesaing di pasar.



5. Aspek Produksi ;


Menjelaskan secara detail flow tahap produksi dari awal hingga akhir dalam bentuk time sheet pekerjaan serta menguraikan keunggulan utama produk atau jasa yang dimiliki saat ini dan rencana diversifikasi produk dalam rangka penetrasi pasar.



6. Management ;


Memberikan gambaran tentang para pengurus dan profesional di perusahaan berikut curriculum vitae yang berisikan tentang latar belakang pendidikan baik formal maupun informal dan pengalaman dalam menjalankan usaha terkait.



7. Aspek Keuangan ;


Informasi mengenai Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Neraca, Rugi Laba, Arus Kas, dan Perubahan Modal lebih diutamakan jika memberikan data Laporan keuangan minimal 3 tahun terakhir yang sudah di audit oleh Auditor Independent.


Memberikan gambaran Rencana Laporan Keuangan terutama Laporan Rugi Laba dan Arus Kas untuk lima tahun kedepan berikut penjelasan mengenai Analisa laporan Keuangan yang berkaitan dengan Internal Rate of Return (IRR), Payback Period Investasi, Profitability Index, dan Net Present value.



8. Lampiran ;


Memberikan referensi mengenai penelitian yang telah dilakukan, data dalam bentuk diagram dan grafik, foto existing project, Laporan Keuangan Audited dan Inhouse, Company Profile, dan Legalitas Perusahaan, Daftar List Asset Perusahaan.


Bisnis Plan dapat digunakan oleh pihak perusahaan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan membuat gambaran proyeksi laporan keuangan untuk masa yang akan datang berdasarkan dari data historis serta manfaat utama lainnya adalah untuk meyakinkan kepada pihak investor agar mereka tertarik menginvestasikan sejumlah dana yang dimiliki untuk tambahan modal kerja perusahaan.


Bisnis Plan yang baik adalah berisikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan mengenai rencana kerja, target perusahaan untuk masa yang akan datang, evaluasi terhadap kinerja usaha yang telah dicapai, serta rencana investasi serta sumber permodalan untuk ekspansi usaha.

Pengertian, Konsep, dan Perencanaan Strategi Manajemen Pemasaran

Pengertian Manajemen Pemasaran


Manajemen Pemasaran adalah merupakan alat analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan target pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu memperoleh laba.


Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut para Ahli




  • Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).

  • Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).

  • Manajemen Pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program yang di design untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran, untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler & Amstrong)

  • American Marketing Association, menterjemahkan pemasaran sebagai berikut: Pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran.

  • Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mendefinisikan pemasaran secara lebih luas, yaitu: Pemasaran adalah: Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

  • Definisi Pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.


Konsep Manajemen Pemasaran


Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.


Secara definitif dapat dikatakan bahwa: Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978).

Elemen Penting dalam Konsep Pemasaran:




  • Market oriented berorientasi pada keinginan Konsumen

  • Penyusunan kegiatan pemasaran secara terpadu

  • Pencapaian tingkat kepuasan Konsumen


Konsep Manajemen pada hakikatnya mencakup upaya dan strategi yang ditempuh manajemen dalam rangka untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen.


Artikel Lainnya : Strategi membuat Bisnis Plan untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan



Beberapa istilah yang sangat penting dalam konteks pemasaran 



  1. Produk (barang, jasa, ide); Segala hasil kerja manusia yang dapat ditawarkan kepada manusia lainnya baik berupa barang, jasa atau ide. Konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu terbaik, kinerja terbaik dan sifat terbaik sehingga perusahaan harus memfokuskan diri pada perbaikan produk yang terus menerus, menyukai produk yang mudah diperoleh dan sangat terjangkau karenanya manajemen harus berfokus pada perbaikan efisiensi produksi dan distribusi.

  2. Nilai; Perkiraan konsumen atas suatu produk untuk kepuasan mereka, apa yang dirasakan / diinginkan, perbedaan antara nilai yang dinikmati pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya untuk memiliki produk tersebut.

  3. Biaya; Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang dikonsumsi

  4. Kepuasan; Seberapa puas konsumen atas produk yang mereka konsumsi (kesesuaian antara harapan dan kenyataan), Kepuasan (customer satisfaction): tingkatan dimana kinerja yang dirasakan (perceived performance) poduk akan sesuai dengan harapan seorang pembeli atau tidak

  5. Pasar; Tempat yang berisi semua pelanggan potensial yang berniat untuk transaksi terhadap suatu produk.


Perencanaan Strategi Pemasaran


Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) adalah proses menentukan target pasar dengan strategi bauran pemasaran yang terkait dimana:




  1. Target Market; adalah sekelompok pelanggan homogen atau pasar yang ingin dilayani permintaannya oleh perusahaan.

  2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix); adalah variabel-variabel yang disusun oleh perusahaan dalam rangka untuk memuaskan target market tersebut. Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem saluran distribusi. Variabel-variabel marketing mix ini dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil suatu strategi dalam usaha mendapatkan posisi yang sangat strategis dipasar.

Pengertian, Fungsi dan Tujuan Manajemen Perusahaan

Istilah manajemen pasti sudah terbiasa Anda dengar, terutama bagi mereka yang bekerja di dalam suatu perusahaan, setiap divisi pasti dipimpin oleh seorang manajer atau unit head hingga top level manajemen yang secara hirarki berada dalam jajaran manajerial, berikut akan kami jelaskan mengenai Pengertian, Fungsi dan Tujuan Manajemen Dalam Perusahaan.



Pengertian Manajemen


Kata Manajemen berasal dari bahasa inggris yaitu manage, atau dalam bahasa indonesia bisa diartikan yaitu mengendalikan atau mengelola.


Definisi Manajemen adalah suatu seni mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan utama dalam suatu organisasi melalui proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), dan mengelola (Controlling) sumber daya manusia dengan cara efektif dan efisien.



Pengertian dan Definisi Manajemen menurut Para Ahli 



  • Manajemen adalah adalah suatu proses yang berbeda terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya (George R. Terry, 1997).



  • Manajemen adalah suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman ilmu,  ilmu dan seni tidaklah bertentangan, namun masing masing saling melengkapi (Koontz)



  • Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota entitas atau organisasi dan juga mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan (Stoner)



  • Manajemen sebagai sebuah rangkaian tindakan tindakan yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi. prosess merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis (Wilson)



  • Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilaksanakan dengan usaha orang yang lain (Lawrance A Appley)



  • Manajemen sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain (Mary Parker F)


Artikel Lainnya : Pengertian Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan



Fungsi Manajemen


Seperti yang dikutip dalam buku “The Professional Management” oleh Louis A. Alen Fungsi utama manajemen sebagai berikut:



1. Memimpin (Leading)


Tugas seorang manajer adalah agar orang lain bertindak untuk tujuan organisasi. fungsi ini meliputi:




  • mengambil keputusan (decision maker);

  • melakukan komunikasi (communicating);

  • memberikan motivasi (motivating);

  • memilih orang-orang (selecting people);

  • mengembangkan orang lain (developing people) melalui penilaian hasil kinerja, memberikan saran dan pemberian latihan atau training.


2. Merencanakan (Planning)


Tugas dan kegiatan utama pencanaan meliputi :




  • Forecasting atau meramalkan untuk waktu yang akan datang;

  • Membuat target dan sasaran (seat goal or targeting);

  • Programming (membuat acara) membuat rencana urutan kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian target;

  • Schedulling (mengatur urutan waktu pelaksanaan atau time table);

  • Budgeting (menyusun rencana anggaran biaya);

  • Membuat Standard Operating Procedure (SOP) tentang pelaksanaan pekerjaan;

  • Estabilishing and Interpreting Policies (menetapkan dan menafsirkan kebijakan-kebijakan pelaksanaan pekerjaan)


3. Menyusun (Organizing)


Kegiatan mengatur dan menghubungkan suatu pekerjaan sehingga dilaksanakan lebih efektif dan efisien meliputi:




  • Design Organization Structure (Desain Struktur Organisasi),

  • Menentukan job description dari masing-masing jabatan untuk mencapai sararan organisasi;

  • Delegating Responsibility and Authority (mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang) menetapkan pertangungjawaban untuk hasil yang dicapai;

  • Estabilishing Relationship (menetapkan hubungan-hubungan yang membedakan antara atasan dan staff);

  • Mendeskripsikan hal-hal yang dianggap efektif sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya manusia guna pencapaian sasaran.


4. Mengawasi (Controlling)


Melakukan pengawasan, pengendalian dan pengamatan meliputi:




  • Developing Performance Standard (perkembangan pekerjaan);

  • Measuring Performance (pengukuran hasil pekerjaan); 

  • Taking Corrective Action (melakukan tindakan perbaikan dan mengoreksi kesalahan) 


Setiap fungsi manajemen atau seorang manajer harus mempunyai keempat keahlian diatas dan harus mampu menerapkannya dalam suatu kegiatan organisasi yang terpadu untuk mencapai tujuan utama perusahaan sesuai dengan prinsip manajemen.



Tingkatan Level Manajemen


Pada umumnya tingkatan atau level manajemen terdiri dari beberapa bagian yaitu:




  1. Top Management, terdiri dari Board of Director atau Chief of Executive, dan Senior Executive

  2. Midle Management; terdiri dari Departement of Division Head

  3. Lower Management; terdiri dari Superintenden, General Foreman, dan Supervisor


Jika dilihat dari sisi kemampuan berfikir dan manajerial maka semakin tinggi tingkat kedudukan seseorang dalam suatu organisasi maka akan akan dituntut kemampuannya dalam hal: Konseptual atau membuat konsep tentang arah dan tujuan akhir organisasi yang ingin dicapai.

Menentukan Strategi, Menguasai dan memahami konsep secara Makro, demikian sebaliknya semakin rendah kedudukan seseorang yang dituntut darinya adalah kemampuan dalam hal : teknis operasional, dan kemampuan secara mikro.

Artikel Terkait Manajemen lainnya :




  1. Manajemen Keuangan

  2. Manajemen Pemasaran

  3. Manajemen Sumber Daya Manusia

  4. Manajemen Pendidikan

Tips Mengatasi Manajemen Waktu Yang Tidak Tersistematis

Manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dalam waktu yang terus berjalan tanpa henti. Saat anda berhenti mengerjakan sesuatu maka waktu anda akan hilang dengan sia-sia dan dibutuhkan #manajemen waktu yang efektif. Waktu tidak akan bisa kembali lagi meski dengan cara apapun. Itulah fitrah dari waktu yang selama ini kita ketahui.


Pepatah dari orang barat yang menyatakan bahwa “Time is Money” atau waktu adalah uang adalah sangat tepat sekali. Peluang datang silih berganti di hadapan Anda, tinggal dimana kesiapan Anda untuk meraih peluang tersebut dan merealisasikannya menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk hidup Anda.


Namun justru banyak dari kita yang menyia-nyiakan waktu yang dimiliki untuk hal-hal yang sia-sia. Tidak memanfaatkannya dengan baik dan mengakibatkan sesuatu yang sia-sia. Terutama bagi masyarakat Indonesia yang banyak kurang menghargai waktu sehingga memiliki manajemen waktu yang tidak Tersistematis


Artikel Lainnya: Strategi Menyusun Bisnis Plan untuk Meningkatkan Kinerja


Berikut ini kembar.pro memberikan tips bagi anda untuk mengatasi manajemen waktu yang tidak karuan :



Gunakan skala prioritas untuk mengerjakan sesuatu


Skala prioritas yang dimaksud adalah mendahulukan mengerjakan sesuatu berdasarkan tingkatan kepentingannya. Suatu ketika anda akan dihadapkan dengan pilihan antara menyelesaikan satu pekerjaan tertentu dengan pekerjaan lainnya. Saat itulah anda harus bisa menentukan mana kegiatan yang lebih penting dan harus didahulukan.


Tidak semua pekerjaan yang ada di depan mata bisa anda kerjakan dengan baik, hal ini karena waktu dan tenaga anda yang sangat terbatas. Untuk itu, agar semua pekerjaan yang ingin anda kerjakan bisa terselesaikan dengan baik, anda harus menentukan berdasarkan skala prioritas.



Buat Rencana Kerja Jangka Pendek dan Jangka Panjang


Buatlah target apa saja yang akan dicapai dalam waktu dekat maupun jangka panjang, selalu buat rencana kerja tertulis baik dari sisi pekerjaan, target serta waktu pelaksanaannya atau membuat time table pekerjaan.


Bekerja secara sistematis dan terjadwal akan sangat efektif untuk menghindari waktu yang terbuang secara sia-sia. Ketika memulai pekerjaan di pagi hari sebaiknya Anda sudah terlebih dahulu tahu apa yang akan Anda kerjakan dan target apa yang harus dicapai untuk hari ini.


Demikian pula ketika Anda hendak istirahat tidur malam, Anda harus sudah bisa menjadwal apa saja skala prioritas yang akan Anda kerjakan besok hari, demikian pula seterusnya.



Budayakan tepat waktu


Tepat waktu menjadi salah satu kunci utama dalam mengatur manajemen waktu. Jika pengaturan waktu anda sangat tidak karuan bisa jadi masalah pokoknya adalah budaya tidak tepat waktu. Saat anda mengerjakan sesuatu, anda terus menunda dan akibatnya pekerjaan anda tidak terselesaikan dan masalah dalam manajemen waktu menjadi salah satu permasalahan utamanya.


Budaya tidak tepat waktu bukanlah hal yang baik, di satu sisi reputasi anda akan terpuruk dan kepercayaan orang terhadap anda akan menurun. Selain itu kebiasaan tidak tepat waktu akan membuat anda membuang banyak waktu dengan percuma dan kehilangan fokus ketika sedang mengikuti kegiatan atau rapat. Gunakanlah waktu sebaik mungkin meski itu hanya satu detik.



Kerjakan segala sesuatu dengan cepat dan tepat


Jika anda merasa manajemen waktu yang berantakan, cobalah untuk mengerjakan segala sesuatu dengan cepat. Semakin besar tanggung jawab anda, biasanya akan semakin banyak pula pekerjaan yang harus diselesaikan.


Sementara waktu hidup kita dalam sehari tidak bertambah sama sekali, yaitu hanya 24 jam. Itu pun belum dikurangi waktu istirahat dan menjalankan segala aktifitas keseharian.


Untuk itu penting untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Lakukan hal-hal yang penting untuk dilakukan dan selesaikan pekerjaan dengan cepat. Memang cepat saja tidak cukup, anda harus menyelesaikannya dengan tepat yaitu tepat sasaran dan sesuai dengan langkah yang harus dilakukan.



Gunakan setiap waktu luang untuk sesuatu yang bermanfaat


Setiap orang pasti akan memiliki waktu luang. Namun tiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai penggunaan waktu luang, ada yang menggunakan waktu luang untuk bersantai. Ada pula yang menggunakannya untuk menjalankan pekerjaan.


Jika anda merasa waktu luang anda tidak dimanfaatkan dengan baik selama ini, mulai detik ini belajarlah untuk memanfaatkan waktu luang. Penggunaan waktu luang yang baik akan membantu anda untuk mengatasi masalah dalam manajemen waktu yang tidak karuan.


Sebagian besar orang sukses karena berkat kerja keras dan manajemen waktu yang baik. Setiap orang memiliki waktu yang sama dalam menjalankan hidupnya, namun tiap orang berbeda dalam memperlakukan waktu yang dimiliki.


Gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk segala hal yang bermanfaat, pastikan anda bisa mengatur manajemen waktu agar tecapai harapan dan cita-cita.

Peranan Eksistensi Manajemen Informatika Dalam Sebuah Bisnis

Informasi merupakan salah satu asset dan sumber paling berharga bagi setiap individu dan pihak-pihak yang saling berhubungan, terutama bagi mereka yang memiliki peran penting dalam sebuah bisnis. Apalagi bagi mereka yang sudah memiliki jabatan strategis dalam #manajemen perusahaan seperti manajer atau direktur. Setiap manajer sangat membutuhkan pengelolaan informasi dengan baik.

Pengertian Manjemen Informatika


Manajemen Informatika adalah  seni mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan utama dalam suatu organisasi melalui proses perencanaan, pengorganisasian, dan mengelola sumber daya manusia dengan cara efektif dan efisien melalui penerapan data informasi dengan system komputerisasi.

Mengapa Manajemen Informatika sangat dibutuhkan?


Kebutuhan akan data dan media informasi semakin penting dikarenakan berbagai hal antara lain sebagai berikut:

Meningkatnya kompleksitas tugas manajemen yang harus segera diselesaikan. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh ekonomi seperti fluktuasi mata uang, inflasi yang berlangsung cepat hingga kebijakan moneter dari pemerintah.


  1. Perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi telah menguasai dunia dan tidak bisa dihentikan perkembangannya. Kemampuan mengirimkan data informasi melalui satelit dalam hitungan detik dengan internet dan segala kecanggihan teknologi membuat segala kebutuhan manajemen semakin baik dan terpenuhi.

  2. Waktu yang dibutuhkan semakin singkat untuk mengambil keputusan. Seorang manajer dituntut untuk mengambil keputusan dalam waktu singkat dan disamping itu kebutuhan persaingan usaha yang semakin ketat pula.

  3. Keinginan memecahkan permasalahan dengan lebih Akurat dan cepat. Tugas para manajer yang semakin kompleks membuat mereka selalu tertantang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang lebih cepat dan lebih baik. Hal ini akan membuat tercukupinya efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan pekerjaan dalam sebuah perusahaan.












Peranan Eksistensi Manajemen Informatika Dalam Sebuah Bisnis
Image from Paktelecom.net

Contoh sederhana penerapan Manajemen Informatika


Penerapan sistem manajemen informatika sangat berperan penting dan memberikan kemudahan dalam menunjang kegiatan usaha contohnya adalah sebagai berikut:


  1. Sebuah Bank dengan sistem informasi komputerisasi dan jaringan dimana transaksi bisa dilaksankan dimanapun saja, misalnya melalui mesin ATM nasabah bisa melakukan transfer, menarik uang maupun menyimpan uang di Bank.

  2. Transaksi penjualan toko online, dimana penjual dan pembeli tidak perlu bertatap muka baik dari sisi pemesanan barang, pembayaran hingga delivery barang.

  3. Seorang kepala produksi dari suatu perusahaan, merencanakan untuk mengeksport bahan baku, dia membutuhkan suatu sitem manajemen informatika melalui Personal Digital Assistan. Alat ini akan membantu manajer ini untuk mengetahui jalannya produksi ketika dia sedang melakukan kunjungan ke luar negeri.


Artikel Lainnya: Pengertian, Fungsi dan Tujuan Manajemen Dalam Perusahaan

Peranan Manajemen dalam Penerapan Manajemen Informatika


Manajemen sangat penting untuk merencanakan segala hal dalam sebuah bisnis, mengorganisasikan, menyusun kegiatan dan mengelola sumberdaya dalam satu arahan seorang manajer. Agar manajer ini memiliki efisiensi dan tingkat efektifitas yang memadai maka digunakanlah manajemen informatika.


Terdapat tiga bagian yang sangat berperan penting dalam sebuah perencanaan eksekusi bisnis menggunakan manajemen informatika antara lain:


  1. Perencanaan strategis yang diisi oleh para direktur dan wakil direktur yang akan bertanggung jawab untuk mengambil sebuah keputusan.

  2. Pengendalian manajemen yang diisi oleh para manajer dan kepala divisi yang bertugas untuk melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya tujuan.

  3. Pengendalian operasional seperti para supervisor dan pimpinan proyek yang akan menyelesaikan operasional tugas perusahaan di lapangan.


Pihak manajemen yang memegang kendali terhadap manajemen informatika harus memiliki keahilan dalam berkomunikasi, mengirim dan menerima informasi, membuat laporan dan mengerti dalam aplikasi penggunaan teknologi informatika.


Informasi yang didapat melalui teknologi informasi ini akan sangat membantu dalam melakukan perhitungan harga pokok jasa atau produk, analisa penerapan strategi pemasaran, Penerapan Fungsi Manajemen Keuangan, data keuangan dan analisa keuangan, menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, evaluasi dan perbaikan kelanjutan serta referensi dalam pengambilan keputusan dan tujuan lain dari manajemen perusahaan.


Pihak manajmen yang bertangung jawab penuh terhadap manajemen informatika perusahaan harus menggunakan teknologi secara efektif dan tepat guna. Maka dari itu diperlukan penataan informasi melalui teknologi dengan cara menyusun sumber daya yang ada dengan sebaik mungkin, memaksimalkan sumber daya dan memperbaharui sumber daya yang dimiliki seiring dengan perkembangan zaman.


Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat menutut para manajemen dan pemegang kebijakan perusahaan harus terus mengikuti kemajuan teknologi. Hal ini akan sangat mendukung kemudahan dan dapat bersaing di era digital dan globalisasi dalam penggunaan teknologi dan informatika.

Pengertian, Fungsi dan Peranan Manajemen Pendidikan

Sekilas tentang Manajemen Pendidikan


Manajemen pendidikan, pemakaian kata ini masih terdengar begitu asing untuk banyak orang. Sebelumnya dalam penerapannya lebih banyak menggunakan kata “administrasi”. Dalam kamus Bahasa Indonesia – Belanda, kata manajemen berasal dari “administratie” yang memiliki arti Tata-Usaha. Pengertian ini membuat, manajemen merujuk pada artian yang sangat terbatas pada suatu kegiatan pekerjaan tulis-menulis di kantor.


Jika dilihat dari bahasa Inggris, manajemen berasal dari kata “administration” , namun dalam kata Manajemen Pendidikan, ‘manajemen’ yang dimaksud lebih luas dan bukan hanya pada pekerjaan administrasi saja.


Artikel Lainnya: Pengertian, Fungsi dan Tujuan Manajemen



Pengertian Manajemen Pendidikan menurut Para Ahli


Beberapa ahli menjelaskan tentang pengertian dari Manajemen Pendidikan, antara lain sebagai berikut :




  1. The Liang Gie


Menurutnya Beliau, manajemen adalah serangkaian proses penyelanggaran setiap usaha yang merupakan kerja sama dari sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.




  1. Pariata Westra


Manajemen adalah segenap rangkaian perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.




  1. Leonard D. White


White menjelaskan bahwa manajemen adalah segenap proses yang biasanya ada pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau pun kecil-kecilan.




  1. Kurikulum 1975


Manajemen adalah usaha bersama guna mendayagunakan semua sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Ini disebutkan dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum III D dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.


Dari semua pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa manajemen memiliki keterkaitan erat dengan tiga hal yang menjadi unsur penting, yaitu: usaha kerjasama, sekelompok orang, dan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, meliputi tiga unsur yaitu gerak, pelaku, dan arah dari kegiatan. Dengan tiga unsur tersebut manajemen biasanya terjadi dalam organinasi, bukan perseorangan atau individu.


Lebih tepatnya, definisi Manajemen Pendidikan adalah serangkaian kegiatan usaha kerja sama yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan.


Dengan menerapkan tiga unsur pada usaha pendidikan dalam organisaia maka definisi Manajemen Pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang berupa proses  mengelola usaha kerjasama dalam sekelompok manusia yang tergabung pada organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.


Pada definisi itu, Mulyani A. Nurhadi memberikan ciri-ciri pada Manajemen Pendidikan : (Mulyani A. Nurhadi, 1983, pp. 2-5)


Manajemen adalah kegiatan yang dilakukan oleh dan untuk manusia. Kegiatan yang dilakukan merupakan proses mengelola kegiatan pendidikan bersifat kompleks dan unik, berbeda dengan tujuan perusahaan (memperoleh keuntungan). Tujuan yang dimiliki tidak terlepas dari tujuan pendidikan umumnya dan yang ditetapkan bangsa.


Kegiataan pengelolaan dilakukan oleh organisasi sehingga harus menjaga keharmonisan kondisi kerja. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan umum dan tujuan internal organisasi pendidikan. Kegiatan pengelolaan dilakukan supaya tujuan tercapai dengan usaha yang efektif dan efisien.



Fungsi dan Peranan Manajemen Pendidikan


Penjelasan yang disampaikan oleh Mulyani A. Nurhadi sudah cukup lengkap. Kemudian fungsi dari manajemen pendidikan mengandung empat unsur :




  1. Perencanaan (Planning)


Perencanaan adalah proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan.




  1. Pengorganisasian (Organizing)


Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan.




  1. Pelaksanaan (Implementation)


Proses dengan menggerakan sumber daya manusia yang ada untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi proses terjadi dan menghasilkan efektivitas hasil kerja.




  1. Pengawasan (Controlling)


Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah dibuat kemudian terdapat tindakan penyesuaian apabila terjadi penyimpangan.

6 Unsur Manajemen terpenting dalam Fungsi Manajemen

Unsur Unsur Manajemen dalam penerapannya di dalam perusahaan saling berkaitan erat satu sama lainnya. Masing-masing dari unsur tersebut tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya salah satu maka penerapan fungsi manajemen dalam perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan baik dan semestinya.



6 Unsur Manajemen terpenting dalam Fungsi Manajemen adalah :


1. Man (Sumber daya Manusia)


Unsur manajemen yang paling vital adalah sumber daya manusia. Manusia yang membuat perencanaan dan mereka pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan tersebut. Tanpa adanya sumber daya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada prinsip dasarnya mereka adalah makhluk pekerja.



2. Money (uang)


Perusahaan dalam menjalankan seluruh aktifitas sehari-harinya tidak akan bisa terlepas dari biaya yang diukur dengan satuan sejumlah uang.


Dengan ketersediaan uang atau dana yang memadai maka manajemen perusahaan akan lebih leluasa dalam melakukan sejumlah efisiensi untuk mencapai tujuan akhir perseroan yaitu memperoleh laba yang maksimal.


Pembelian bahan material atau bahan baku nilainya akan jauh lebih murah jika dilakukan dengan pembayaran tunai begitu pula dengan jumlah atau quantity, semakin banyak quantity yang dipesan maka secara otomatis akan mendapatkan jumlah harga discount khusus dari vendor.



3. Materials (bahan baku)


Ketersediaan bahan baku atau material sangat vital dalam proses produksi. Tanpa bahan baku perusahaan manufaktur tidak bisa mengolah sesuatu untuk dijual.


Dibutuhkan tenaga ahli untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi. Sumber Daya Manusia dan bahan baku sangat berkaitan erat satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan.



4. Machines (Peralatan Mesin)


Untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi dibutuhkan seperangkat mesin dan peralatan kerja. Dengan adanya mesin maka waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi akan semakin cepat dan efisien.


Disamping efisien, tingkat kesalahan manusia atau human error dapat diminimalisir, namun dibutuhkan sumber daya yang handal dan bahan baku yang berkualitas untuk memperoleh hasil yang maksimal.



5. Methods (metode)


Dalam menerapkan manajemen untuk mengelola sejumlah unsur-unsur diatas dibutuhkan suatu metode atau standard opartional prosedure yang baku.


Setiap divisi di dalam perusahaan memiliki fungsi pokok tugas atau job desk tersendiri dan masing masing divisi tersebut saling berkaitan erat dalam menjalankan aktifitas perusahaan.



6. Market (pasar)


Konsumen atau pasar merupakan elemen yang sangat penting, tanpa permintaan maka proses produksi akan terhenti dan segala aktifitas perusahaan akan vakum.


Agar dapat menguasai segmentasi pasar pihak manajemen harus memiliki strategi pemasaran yang handal dan dapat bersaing dengan kompetitor market sejenis baik dari sisi harga, kualitas  maupun kuantitas.


Enam unsur manajemen diatas saling berkaitan erat satu sama lainnya, dan masing-masing elemen sangat penting dalam rangka penerapan fungsi manajemen untuk mencapai hasil yang masimal dan efisiensi dalam aktifitas perusahaan.

Pengertian dan Manfaat Management Trainee Program

Definisi dan Pengertian Management Trainee


Management Trainee adalah merupakan proses pelatihan terhadap karyawan baru yang direkrut oleh perusahaan untuk diberikan pengarahan dan wawasan tentang profil dan unit bisnis perusahaan, dan diharapkan hasil dari pelatihan dan pengembangan karakter ini akan diperoleh dan diseleksi calon pegawai baru yang memiliki kualitas untuk dipromosikan ke jenjang yang lebih strategis pada level manajemen di perusahaan.


Salah satu program management trainee atau (MT) umumnya calon karyawan akan di coba berbagai macam jenis kegiatan untuk  melihat kemampuan dan bakat dari masing-masing peserta pelatihan.


Masa pelatihan biasanya sangat tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan, ada yang melaksankannya dalam waktu 6 bulan bahkan ada yang sampai 1 tahun.


Mereka diberikan pelatihan dan pengetahuan yang berkaitan dengan prosedur operasional perusahaan,  keahlian perencanaan,  pengendalian usaha, risk manajemen, dan rencana manajerial.


Disamping penguasaan materi, para peserta juga sekaligus melakukan On Job Training atau praktek kerja langsung dengan aktifitas perusahaan sehari-hari.



Standarisasi Calon Peserta Management Trainee Program


Pihak manajemen Perusahaan umumnya menetapkan standarisasi yang cukup tinggi pada calon peserta management trainee.


Hal tersebut antara lain memberikan syarat Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3 untuk lulusan fresh graduate dari perguruan tinggi, memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan, kecakapan berorganisasi dan berkomunikasi, dan memiliki keahlian khusus diluar kemapuan akademik.


MT dibuat dan dirancang sedemikian rupa untuk menyiapkan para calon manajerial perusahaan di masa yang akan datang.


Untuk menjalankan tugas dalam pelatihan Management Trainee biasanya perusahaan membayar konsultan ahli manajemen khusus yang berpengalaman, hal ini karena mereka menganggap sumber daya manusia merupakan aset yang bernilai tinggi untuk kemajuan perusahaan.



Manfaat Utama Manajemen Trainee


Manfaat langsung dan dampak positip yang diperoleh perusahaan dengan menerapkan prosedur management traine anatara lain :




  • Dapat menilai, mengevaluasi dan menyaring calon manajerial yang berkualitas

  • Menjamin ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan trampil yang akan dipromosikan ke jenjang executive perusahaan.

  • Memberikan wawasan dan pengembangan karakter calon manajerial.

  • Memberikan pelatihan tentang standar operasional prosedur perusahaan yang baku.

  • Pelatihan dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia di Perusahaan

  • Sarana peningkatan kemampuan manajemen

  • Peningkatan produktifitas perusahaan


Proses management trainee sangat vital fungsinya untuk pengembangan visi dan misi perusahaan untuk masa yang akan datang, dan satu hal yang sangat penting yaitu mereka dapat bersaing di dunia usaha saat ini yang sangat menuntut efisiensi dan profesionalisme.

Jadi Pengusaha Sukses? Tips Keahlian Manajemen yang Wajib Dimiliki

Menjadi seorang pengusaha sukses bukanlah sepenuhnya takdir atau bakat dari lahir, namun melalui begitu banyak proses saat memulai usaha dari nol dan lika liku hidup yang telah dilaluinya sehingga membentuk suatu karakter kepribadian yang menunjang kesuksesan.


Namun semua itu dapat dipelajari dan diasah sejak dini, jika Anda ingin jadi pengusaha sukses ada beberapa tips Keahlian Manajemen yang wajib Anda miliki:



1. Kecerdasan Emosional


Bahasa tubuh orang-orang sukses terlihat jelas begitu mengesankan. Mereka mampu mengontrol emosi, terbiasa menghormati dan memiliki respek terhadap orang lain.



2. Pengorganisasian


Pengelolaan manajemen sumber daya manusia melalui sistem kerja yang terorganisir secara sistematis, fleksibel dan rapi. Setiap unit dalam organisasi saling memberikan support terhadap pencapaian keberhasilan.



3. Perencanaan Manajemen


Setiap pengusaha sukses awalnya pasti memiliki impian yang besar dan mengimplementasikannya melalui perencanaan manajemen strategi yang paling efisien dan efektif.



4. Kepemimpinan


Memiliki kemampuan manajemen kepemimpinan yang bisa memberikan inspirasi dan nilai positip kepada team. Memiliki rasa tanggungjawab yang besar terhadap pemecahan suatu masalah dan berani mengambil resiko.



5. Manajemen Waktu


Fokus mengerjakan sesuatu menurut skala prioritas yang paling penting, disiplin terhadap jadwal kerja sesuai time table yang telah direncanakan untuk jangka pendek dan panjang.



6. Komunikatif


Semakin efektif Anda berkomunikasi dan bernegosiasi dengan orang lain maka akan semakin mudah Anda meraih sukses. Segala sesuatu harus bisa dikomunikasikan dengan baik dan ini akan sangat menentukan tingkat keberhasilan.



7. Inovatif menciptakan Produk


Anda harus kreatif menciptakan produk atau jasa yang ditawarkan. Inovasi akan membuat Anda berhasil, strategi utamanya yaitu Anda harus mampu memberikan produk dan pelayanan lebih baik daripada pesaing.



8. Pemasaran yang Handal


Memiliki konsep strategi pemasaran, pintar dalam memilih segmentasi pasar dan mengkolaborasikan bauran pemasaran terhadap produk, harga, tempat, dan media promosi.



9. Memiliki Reputasi


Memiliki reputasi yang baik adalah merupakan modal utama dalam memasarkan Brand Image perusahaan. Reputasi dapat dibangun dengan menjaga kepercayaan konsumen dan memberikan pelayanan yang optimal.



10. Perencanaan Keuangan


Biasanya para pengusaha sukses sangat pintar dalam mengelola manajemen keuangan melalui perencanaan cashflow yang baik. Mereka sangat fokus terhadap pencapaian laba dan efisiensi modal usaha.



11. Tekun, Ulet dan Pantang Menyerah


Untuk memulai dan mengembangkan usaha pasti banyak rintangan yang dihadapi, disini Anda dituntut agar bisa berjiwa besar. Semakin berhasil seseorang pasti semakin banyak masalah yang telah dihadapi dan mampu diselesaikan dengan baik.

Pengertian, Ruang Lingkup & Fungsi Manajemen Operasional

Pengertian dan Definisi Manajemen Operasional


Prinsip dasar manajemen merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan organisasi.


Sehubungan dengan hal tersebut manajemen operasional adalah merupakan proses pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien dan efektif.


Artikel Lainnya : Fungsi dan Tujuan Manajemen Perusahaan 



Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli 



  • Jay Heizer dan Barry Render (2005;4), Manajemen operasional adalah serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.

  • Eddy Herjanto (2003;2), Manajemen operasional dapat diartikan sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

  • Pangestu Subagyo (2000;1), Manajemen operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.


Ruang Lingkup Manajemen Operasional


Ada beberapa aspek yang saling berhubungan erat dalam ruang lingkup manajemen operasional, antara lain :




  • Aspek Struktural,  merupakan aspek mengenai pengaturan komponen yang membangun suatu sistem manajemen operasional yan saling berinteraksi antara satu sama lainnya.

  • Aspek Fungsional, yaitu aspek yang berkaitan dengan manajerial dan pengorganisasian seluruh komponen struktural maupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar diperoleh kinerja optimal.

  • Aspek Lingkungan, sistem dalam manajemen operasional yang berupa pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang berhubungan erat dengan lingkungan.


Ruang lingkup manajemen operasional berhubungan keputusan tentang proses pengoperasian sistem produksi, pemilihan dan persiapan sistem operasional yang meliputi :




  • Perencanaan jumlah kapasitas produksi yang optimal;

  • Perencanaan bangunan pabrik, layout, desain tata letak fasilitas;

  • Desain proses transformasi;

  • Desain aliran kerja;

  • Manajemen persediaan;

  • Manajemen proyek;

  • Membuat Skedul Kerja;

  • Pengendalian dan Pengawasan Kualitas;

  • Pemeliharaan Fasililitas Produksi;




Peranan Manajer Operasional dalam Fungsi Manajemen


Peranan dan fungsi dari manajer operasional sangat strategis dalam mengembangkan sistem proses produksi yang tangguh untuk menciptakan produk atau jasa lebih efisien dan efektif.


Beberapa tugas pokok Manajer Operasional dalam proses produksi adalah :




  • Perencanaan kualitas dan kuantitas bahan baku dalam proses produksi;

  • Menentukan dan mengatur letak layout pabrik

  • Menentukan dan mengatur lokasi gudang persediaan dan peralatan mesin yang efisien agar penghematan waktu dalam mobilisasi;

  • Melakukan pemeliharaan peralatan pabrik untuk menjamin keandalan dan kontinuitas operasional;

  • Menciptakan strategi produk yang berkualitas dan unik agar dapat bersaing di pasar dengan biaya yang efektif;

  • Menentukan skedul kerja yang efisien dengan mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan tenaga kerja baik di lapangan maupun di area kantor, dan mengurangi biaya lembur.

  • Bertanggungjawab terhadap kontiniutas hasil produksi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Kamis, 19 November 2015

Pengertian Manajemen Pemasaran

Seluruh perusahaan menginginkan bahwa seluruh kegiatan yang dijalankan berjalan dengan baik, berkembang dan mendapatkan laba yang maksimal. Langkah untuk mencapai hal tersebut diperlukan pengelolaan yang baik dalam melaksanakan seluruh kegiatan pemasaran, pengelolaan dalam rangka melaksanakan kegiatan tersebut yang dikenal dengan istilah manajemen pemasaran.


Pada kesempatan kali ini akan membahas lebih jauh mengenai pengertian dan bagaimana strategi pemasaran yang baik. Akan tetapi alangkah lebih baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa itu pengertian pemasaran.



Pengertian Manajemen Pemasaran


Pada dasarnya manajemen itu terdiri atas perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana. Dalam membuat suatu perencanaan, dibutuhkan kemampuan untuk membuat strategi dan rencana. Untuk rencana jangka panjang maka dibutuhkan waktu yang lebih banyak. Sedangkan untuk pelaksanaan rencana tersebut, dia harus mendelegasikan keputusan-keputusannya yang rutin dilakukan setiap hari kepada para bawahan.


  Secara umum manajemen mempunyai tiga tugas pokok, yaitu :

  1. Mempersiapkan rencana/strategi umum bagi perusahaan

  2. Melaksanakan rencana tersebut

  3. Mengadakan evaluasi, menganalisa dan mengawasi rencana tersebut dalam pelaksanaannya. (untuk mengukur hasil dan penyimpangannya serta untuk mengendalikan aktivitas).


Pengertian manajemen pemasaran menurut beberapa ahli :




  1. Menurut Philip Kotler
    Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan pasar yang dituju untuk mencapai tujuan organisasi.

  2. Menurut American Marketing Association
    Dalam Kotler dan Susanto (2000), mendefinisikan manajemen pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.

  3. Menurut Assauri (1999)
    Manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi dalam jangka panjang.


Untuk membuat suatu rencana, fungsi penganalisaan sangat penting agar rencana yang dibuat dapat lebih matang dan tepat. Penerapan merupakan kegiatan untuk menjalankan rencana. Fungsi pengawasan adalah untuk mengendalikan segala macam aktivitas agar tidak terjadi penyimpangan.


Manajemen pemasaran terjadi apabila salah satu pihak dari pertukaran sosial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai yang dikehendakinya. Demikianlan ulasan mengenai pengertian manajemen pemasaran semoga bermanfaat.